Tangerang | Barayanews.com – Gubernur Banten Andra Soni meresmikan Masjid Al-Istiqlaliyyah di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Kampung Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Kamis (14/1/2026) malam. Peresmian tersebut dirangkaikan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi titik awal dan pilar utama pembangunan peradaban Islam.

“Masjid bukan sekadar tempat salat. Dari masjid lahir penguatan keimanan, persatuan umat, dan peradaban Islam,” ujar Andra Soni.
Gubernur juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid kerap mendapatkan bimbingan dari para ulama, khususnya Pengasuh Ponpes Al-Istiqlaliyyah, KH. Totoh Tohari Romli atau Abah Entoh.
Ia memohon doa dan bimbingan para ulama agar senantiasa diberikan kekuatan dan amanah dalam memimpin Provinsi Banten, serta mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga ukhuwah islamiah dan kondusivitas daerah.
Andra Soni turut menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah yang secara konsisten melibatkan pemerintah dalam berbagai kegiatan keagamaan. Ia juga mendoakan agar Abah Entoh senantiasa diberikan kesehatan dalam membimbing umat.
Senada dengan Gubernur, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menyebut peresmian Masjid Al-Istiqlaliyyah sebagai masjid kasepuhan di Tangerang Raya memiliki makna strategis dalam membangun peradaban yang berlandaskan iman dan akhlak mulia.
“Masjid ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi rumah suci tempat sujud, pusat persaudaraan, serta mercusuar nilai keimanan dan peradaban,” kata Maesyal.
Ia berharap keberadaan masjid tersebut dapat memperkuat harmoni sosial dan mendorong lahirnya masyarakat Kabupaten Tangerang yang rukun dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al-Istiqlaliyyah KH. Totoh Tohari Romli mengenang pesan Abah Sepuh, almarhum KH. Uci Turtusi, yang memprediksi masjid tersebut akan berkembang menjadi pusat peradaban dan tempat berkumpulnya para pemimpin.
“Abah Sepuh pernah berpesan, kelak masjid ini akan memiliki menara seperti menara Banten dan menjadi tempat hadirnya para raja,” ujar Abah Entoh.
Dalam rangkaian acara tersebut, Gubernur Andra Soni menerima penganugerahan kehormatan dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen menjaga nilai budaya, adat istiadat, dan persatuan bangsa.
Gubernur juga menerima cenderamata berupa miniatur masjid dan tasbih hitam asal Mesir dari KH. Totoh Tohari Romli.
Acara dihadiri para raja dan sultan yang tergabung dalam MAKN, jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang, alim ulama, tokoh masyarakat, santri, serta ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Tangerang Raya.(red/jay)






