Titik Api Kebakaran TPA Jatiwaringin Tinggal 3,6 Persen, Bupati Maesyal Terima Arahan Menteri LH

Titik Api Kebakaran TPA Jatiwaringin Tinggal 3,6 Persen, Bupati Maesyal Terima Arahan Menteri LH
Operasi pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, terus dilakukan secara intensif. Selain mengerahkan armada Damkar Kabupaten Tangerang dan personel di lapangan, upaya pemadaman juga dibantu helikopter melalui operasi water bombing untuk mempercepat penanganan titik-titik api.

TANGERANG – Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki hari kelima, titik api yang sebelumnya membakar sebagian kawasan TPA berhasil ditekan hingga menyisakan sekitar 3,6 persen.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), BNPB, Manggala Agni, TNI, Polri, serta berbagai unsur relawan.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid yang memimpin langsung penanganan di lapangan mengatakan sejak hari pertama pemerintah bergerak cepat dengan menetapkan status darurat dan membentuk satuan tugas penanganan.

“Kami bergerak cepat sejak hari pertama. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara (water bombing) hingga kini titik api berhasil ditekan secara signifikan,” ujar Maesyal, Minggu (5/7/2026).

Selain fokus pada pemadaman, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menyiagakan layanan kesehatan selama 24 jam bagi warga terdampak asap di dua posko.

Sebanyak 210 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan, dengan 72 kasus ISPA ringan yang seluruhnya berhasil ditangani di tingkat puskesmas tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.

Dalam kunjungannya, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat memberikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan atas keberhasilan menekan kebakaran hingga tersisa 3,6 persen.

Ia juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar segera meninggalkan sistem open dumping karena berisiko tinggi memicu kebakaran akibat gas metana yang dihasilkan tumpukan sampah.

“Ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh kepala daerah. Lakukan mitigasi sejak dini dan beralih ke sistem pengelolaan sampah yang lebih aman,” tegas Jumhur.

Untuk mempercepat pemadaman total, tim gabungan kini memanfaatkan pemantauan menggunakan drone dan citra satelit. Kementerian Lingkungan Hidup bersama BNPB juga mengkaji kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan apabila kondisi cuaca memungkinkan.(jay)

 

banner 120x600