PANDEGLANG – Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berhasil mendongkrak jumlah siswa baru di SMK PGRI Pandeglang. Sejak program diterapkan, minat masyarakat meningkat tajam hingga jumlah pendaftar naik hampir tiga kali lipat.
Kepala SMK PGRI Pandeglang, Lili Kholili, mengatakan sebelum program berjalan pada tahun ajaran 2024/2025, sekolahnya hanya menerima sekitar 100 siswa baru. Setelah Program Sekolah Gratis diterapkan pada 2025/2026, jumlah siswa meningkat menjadi 180 orang dalam lima rombongan belajar.
Memasuki tahun ajaran 2026/2027, sekolah siap membuka delapan rombongan belajar setelah mendapat tambahan ruang kelas hasil renovasi. Meski kapasitas bertambah, tidak semua pendaftar dapat diterima karena tingginya minat masyarakat.
Lili menjelaskan, melalui program tersebut orang tua siswa kini hanya menanggung biaya seragam sekolah. Sementara biaya operasional dan uang sekolah ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Banten.
Ia juga menyebut bantuan operasional untuk sekolah swasta meningkat dari sebelumnya mengandalkan SPP sebesar Rp100 ribu per siswa menjadi Rp200 ribu per siswa melalui skema Program Sekolah Gratis. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan delapan standar nasional pendidikan, termasuk gaji guru, kegiatan siswa, dan pemeliharaan gedung.
Saat berkunjung ke SMK PGRI Pandeglang, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Program Sekolah Gratis lahir dari pengalaman pribadinya yang pernah mengalami kesulitan membayar biaya sekolah.
Menurutnya, tidak boleh ada lagi anak di Banten yang terhambat mengenyam pendidikan karena persoalan biaya. Program tersebut juga diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di Provinsi Banten.(rhl)






