CARITA – Gubernur Banten Andra Soni bersama jurnalis, tim SAR gabungan, dan relawan menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Doa bersama digelar di Posko SAR Gabungan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026) malam.

Dalam kunjungannya, Andra juga memantau langsung perkembangan operasi pencarian dan berdialog dengan tim SAR. Ia menerima paparan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten Al Amrad mengenai proses pencarian hingga hari kedua.
Andra menyampaikan keprihatinannya dan berharap seluruh rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kita sama-sama berdoa agar kawan-kawan kita, sahabat-sahabat kita, bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kita percayakan kepada ahlinya untuk SAR rescue. Insya Allah, Pemerintah Provinsi Banten akan memberikan support penuh atas apa yang bisa kami bantu,” ujar Andra.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan operasi pencarian dilakukan dengan membagi wilayah menjadi tujuh sektor. Sebanyak sembilan alat utama sistem keselamatan dikerahkan dengan melibatkan Kantor SAR Banten, Kantor SAR Lampung, TNI Angkatan Laut, dan Polairud Polda Banten.
Sejumlah kapal dan Rigid Inflatable Boat (RIB) dikerahkan untuk menyisir kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau. Pencarian difokuskan pada sejumlah sektor hingga meluas ke perairan Krakatau dan sekitar Pulau Sebesi.
“Posisi Anak Krakatau sudah kami kelilingi. Kalau ditarik dengan radius, jangkauannya kurang lebih mencapai 15 hingga 20 nautical mile (mil laut),” papar Al Amrad.
Namun, hingga Rabu malam, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan. Kondisi gelombang laut yang berubah-ubah serta aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi tantangan dalam proses pencarian.
Al Amrad memastikan kondisi tersebut tidak menghentikan operasi SAR. Tim terus memetakan posisi kapal dan peralatan pencarian agar penyisiran dapat dilakukan secara maksimal.
Tim SAR juga sempat menggunakan drone untuk membantu pemantauan dari sekitar Pulau Sebesi. Namun, upaya tersebut belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan.
“Tim juga sempat menggunakan drone untuk membantu pemantauan dari sekitar Pulau Sebesi, tetapi hasilnya masih nihil,” pungkas Al Amrad.(rhl)






