TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyiapkan perluasan program pendidikan gratis bagi siswa madrasah swasta hingga bantuan kuliah untuk santri dan guru madrasah. Rencana tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperluas akses pendidikan pada momentum Hari Santri 2026.
Maesyal menyampaikan hal itu setelah mengikuti Upacara Hari Santri 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kamis (22/10/2026).

Ia mengatakan, program pendidikan gratis yang selama ini menyasar siswa SD dan SMP swasta umum direncanakan diperluas secara bertahap kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta.
Pemkab Tangerang juga akan merumuskan peluang bantuan kuliah bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah serta santri lulusan SMA atau sederajat melalui proses seleksi.
“Insyaallah, kita akan rumuskan bersama TAPD dan teman-teman dewan, tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kita ingin memberikan perhatian lebih kepada santri, termasuk anak-anak yang bersekolah di madrasah swasta,” ujar Maesyal.
Pembangunan Asrama Pesantren Ditingkatkan
Selain memperluas akses pendidikan, Pemkab Tangerang melanjutkan dukungan terhadap sarana dan prasarana pondok pesantren, termasuk pembangunan asrama dan fasilitas sanitasi.
Pada 2025, pembangunan asrama pesantren tercatat sebanyak 50 unit. Jumlah tersebut meningkat menjadi 150 unit pada 2026.
Maesyal menegaskan, perhatian terhadap pondok pesantren akan terus diupayakan setiap tahun dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.
Pemkab Tangerang juga mempertahankan dukungan bagi sekitar 4.000 guru ngaji setiap tahun, serta bantuan bagi marbot masjid, petugas pemulasaraan jenazah, dan sarana ibadah masyarakat.
Santri Berharap Program Berlanjut
Salah satu santri Pondok Pesantren Fathurrobbaaniy, Cisoka, Ahmad Hakunazali, menyambut baik rencana perluasan bantuan pendidikan dan pembangunan fasilitas pesantren.
Menurutnya, dukungan pendidikan dapat membantu santri melanjutkan belajar sekaligus meningkatkan semangat dalam menuntut ilmu.
Ia berharap pembangunan asrama terus dilanjutkan agar santri memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman. Ahmad menyebut satu kamar asrama terkadang ditempati 10 orang atau lebih.
Di sisi lain, Maesyal mengajak masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang perlu dirawat melalui sikap saling menghormati dan menjaga persatuan.
Rencana perluasan pendidikan gratis tersebut selanjutnya akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.(rhl)






