SERANG – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menjadikan permainan catur sebagai gambaran filosofi kerja birokrasi. Menurutnya, catur mengajarkan pentingnya sinergi, kolaborasi, strategi, dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan.
Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka Turnamen Catur dalam rangka HUT ke-26 Provinsi Banten di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).
“Catur mengajarkan kita untuk saling bekerja sama dan menjaga demi meraih kemenangan. Sama halnya di pemerintahan, kita tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Dimyati.

Menurutnya, permainan catur memiliki filosofi interdependensi atau saling ketergantungan. Setiap bidak harus dilindungi, sementara pemain perlu menyusun taktik dan mempertimbangkan setiap langkah sebelum mengambil keputusan.
Dimyati mengatakan prinsip tersebut juga berlaku dalam pemerintahan. Kolaborasi antarpihak diperlukan untuk mencapai target pembangunan.
“Kerja sama dan kolaborasi dapat memenangkan pertandingan, mencapai keunggulan, serta mendorong kemajuan. Begitu juga dalam birokrasi, kolaborasi antarpihak adalah kunci untuk mencapai target pembangunan,” tuturnya.
Dimyati juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir strategis dalam jangka panjang. Menurutnya, birokrasi harus mampu menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sebelum menentukan kebijakan.
“Dalam catur, satu kesalahan bisa menghancurkan segalanya. Setiap langkah harus dipikirkan matang-matang. Ini sejalan dengan birokrasi, setiap kebijakan harus dirancang agar berkelanjutan dan berpihak pada generasi ke depan, bukan sekadar kepentingan saat ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Ahmad Syaukani mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-26 Provinsi Banten.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan sportivitas sekaligus membudayakan olahraga di lingkungan masyarakat dan pemerintahan, khususnya olahraga catur.
Turnamen mempertandingkan dua kategori, yakni perorangan dan beregu.
Kategori perorangan diikuti perwakilan dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan satu perwakilan kabupaten/kota. Sementara kategori beregu diikuti 25 tim serta lima perwakilan kabupaten/kota.
Pertandingan kategori perorangan digelar pada 7 Oktober 2026, sedangkan kategori beregu berlangsung 8 Oktober 2026 dengan menggunakan sistem Swiss.(rhl)






