banner 728x250
News  

Akses Lintas Tengah Aceh Mulai Pulih, Penanganan Jembatan Terus Dikebut

penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh..Photo : istimewa

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Fokus utama diarahkan pada pemulihan akses di tujuh jembatan putus pada ruas strategis Batas Bireuen/Bener Meriah–Batas Bener Meriah/Aceh Tengah–Kota Takengon.

Hingga pertengahan Januari 2026, lima dari tujuh jembatan tersebut telah kembali fungsional, yakni Jembatan Alue Kulus, Jembatan Krueng Rongka, dan Jembatan Weihni Lampahan. Dua jembatan lainnya, Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamur Ujung, masih dalam penanganan darurat menggunakan Jembatan Bailey.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemulihan konektivitas jalan dan jembatan menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat untuk menjamin kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, akses harus tetap terbuka agar mobilitas warga dan bantuan kemanusiaan tidak terhenti,” ujar Dody Hanggodo.

Pada jalur lintas tengah Bireuen–Takengon, akses kini sudah tembus secara fungsional melalui jalan alternatif. Khusus Jembatan Jamur Ujung, pemasangan Jembatan Bailey telah memasuki tahap pengujian beban sebelum dibuka sepenuhnya untuk umum.

Sementara itu, Ruas Jalan Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah telah kembali terhubung sejak 18 Desember 2025 setelah pemasangan Jembatan Bailey di Teupin Mane serta penanganan sementara titik longsor rampung.

Penanganan juga dilakukan pada Ruas Geumpang–Pameue–Genting Gerbang–Simpang Uning. Segmen Geumpang hingga Genting Gerbang saat ini sudah dapat dilalui kendaraan. Untuk segmen Genting Gerbang–Simpang Uning, lalu lintas dialihkan sementara melalui jalur alternatif via Angkup guna menghindari jembatan yang rusak berat.

Kementerian PU juga mencatat sejumlah pemulihan akses lainnya. Ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen telah fungsional penuh sejak 12 Desember 2025, sementara Ruas Kota Bireuen–Batas Aceh Utara kembali terhubung melalui Jembatan Bailey Krueng Tingkem dan jalur alternatif Awe Geutah.

Di wilayah pegunungan Gayo hingga Aceh Tenggara, konektivitas dipastikan tetap terjaga. Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram kini dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat melalui Jembatan Bailey Krueng Beutong sejak 9 Januari 2026.

Akses Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane juga telah pulih setelah penanganan sembilan titik longsor dan pemasangan Jembatan Bailey di Lawe Mengkudu I serta Lawe Penanggalan. Meski sempat terjadi longsor susulan awal Januari, jalur kembali terbuka dan kini fungsional.

Kementerian PU menegaskan akan terus memperkuat penanganan darurat sekaligus mempersiapkan konstruksi permanen agar pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh berjalan berkelanjutan.

banner 120x600