Pemkab Tangerang Kerahkan Strategi Sungai, Kolam Retensi, dan Rumah Pompa

Hadapi Ancaman Banjir

Pemkab Tangerang Kerahkan Strategi Sungai, Kolam Retensi, dan Rumah Pompa

KABUPATEN TANGERANG-, Pemkab Tangerang terus memperkuat strategi pengendalian banjir. Langkah yang ditempuh meliputi normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, hingga penyediaan rumah pompa di sejumlah wilayah rawan genangan.

“Langkah tersebut kami lakukan untuk mempercepat surutnya genangan sekaligus mengurangi risiko banjir saat musim hujan,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang Iwan Firmansah, Kamis (18/6/2026).

Dia juga mengatakan, penanganan banjir dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.

Menurutnya, salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah meningkatkan kapasitas tampung sungai. Serta mempercepat aliran air agar tidak menumpuk di kawasan permukiman.

“Penanganan banjir dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, secara geografis Kabupaten Tangerang berada di antara dua wilayah sungai besar, yakni Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane dan Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian. Karena itu, pengendalian banjir membutuhkan kolaborasi lintas instansi. Termasuk dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Saat ini, Pemkab Tangerang terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian, serta Pemerintah Provinsi Banten dalam pelaksanaan normalisasi dan pengerukan sungai.

Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah normalisasi Sungai Cirarab yang melintasi Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Sepatan. Kegiatan tersebut meliputi pengerukan sedimentasi dan pelebaran badan sungai guna meningkatkan kapasitas tampung serta memperlancar aliran air menuju muara.

Selain memperbaiki sistem sungai, Pemkab Tangerang juga mengembangkan infrastruktur pengendalian banjir. Yaitu berupa kolam retensi dan rumah pompa di sejumlah kawasan yang selama ini kerap terdampak genangan.

Beberapa lokasi yang menjadi prioritas antara lain Bencongan, Binong, Curug, Cibadak, hingga kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa.

Menurut Iwan, pembangunan kolam retensi dilakukan secara bertahap hingga tahun 2028 karena membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar. Saat ini, pembangunan kolam retensi di kawasan Sudirman dan Cibadak masih terus berjalan.

Keberadaan kolam retensi dan pompa air tersebut diharapkan mampu menekan durasi genangan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

“Dengan adanya tandon dan pompa, durasi genangan yang sebelumnya bisa mencapai empat sampai lima jam diharapkan dapat berkurang menjadi sekitar satu sampai dua jam,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir, Pemkab Tangerang juga telah mengoperasikan sejumlah rumah pompa di kawasan Pasar Kemis, Kali Sabi, dan Sungai Cirarab. Selain itu, terdapat tujuh unit pompa banjir berkapasitas 180 meter kubik per jam yang disiagakan di sejumlah kecamatan rawan genangan.

Melalui kombinasi normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, dan pengoperasian rumah pompa, Pemkab Tangerang berharap dampak banjir dapat ditekan. Sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. (*)

banner 120x600