TANGERANG – Kota Tangerang mencatat inflasi 2,29 persen secara year on year (yoy) pada Agustus 2026, sekaligus menjadi daerah dengan angka inflasi terendah di Provinsi Banten.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Rute Ireng Wicaksono mengatakan, angka tersebut masih menunjukkan kondisi perekonomian daerah yang stabil.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang, inflasi Kota Tangerang sebesar 2,29 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Provinsi Banten yang mencapai 2,95 persen.
“Indeks inflasi daerah masih berada pada skala kondisi stabil yakni 2,29 persen untuk ukuran year on year, 0,05 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, serta Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,04,” ujar Ruta, Selasa (1/9/2026).
Ruta menjelaskan, penyumbang inflasi pada Agustus 2026 didominasi kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah daging ayam ras dengan inflasi sebesar 5,37 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,07 persen.
Pemkot Tangerang selanjutnya akan terus memantau perkembangan harga di lapangan guna mencegah kenaikan harga yang signifikan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Perdagangan untuk menjaga harga daging ayam di bawah Harga Awal Penjualan (HAP), atau sekitar Rp40 ribu per kilogram.
Pemkot Tangerang berkomitmen melakukan sejumlah intervensi di lapangan agar stabilitas inflasi tetap terjaga hingga akhir tahun.(rhl)






