TANGERANG SELATAN – Identitas budaya Tangerang Selatan dituangkan dalam karya batik “Ming Galih Gaya” yang berhasil menjadi juara pertama Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026.
Karya besutan desainer asal Bandung, Gilang Muhammad Iqbal, mengangkat konsep akulturasi tiga budaya yang berkembang di Tangerang Selatan, yakni Betawi, Sunda, dan Tionghoa.
Gilang mengaku seluruh unsur dalam desainnya dibuat untuk menggambarkan karakter dan identitas Tangerang Selatan.
“Saya tidak mengira sama sekali, tapi saya percaya dengan desain yang saya buat. Saya curahkan semuanya tentang Tangerang Selatan dalam desain saya,” ujar Gilang.
Sayembara tersebut menetapkan tiga karya terbaik. Juara kedua diraih Nuraeni Hasanah asal Bandung, sementara juara ketiga diraih Jauza Alya Wada asal Cianjur.

Konsep akulturasi menjadi salah satu kekuatan karya “Ming Galih Gaya”. Perpaduan unsur budaya Betawi, Sunda, dan Tionghoa menggambarkan keberagaman masyarakat yang tumbuh dan berkembang di wilayah Tangerang Selatan.
Sayembara Desain Batik Khas Tangsel juga menjadi ruang bagi para desainer untuk menuangkan kreativitas sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Pemkot Tangerang Selatan mendorong agar karya batik khas daerah tidak hanya menjadi produk seni, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan kebanggaan masyarakat Tangsel.(rhl)






