TANGERANG – Ratusan warga Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, kembali menggelar aksi unjuk rasa di sekitar PT Sukses Logam Indonesia (SLI), Minggu (13/9/2026).
Dalam aksi tersebut, warga meminta pemerintah menghentikan operasional PT SLI yang diketahui menjalankan kegiatan berkaitan dengan pengolahan dan pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Warga mengeluhkan sejumlah persoalan yang mereka rasakan di lingkungan tempat tinggal, di antaranya bau menyengat, debu, dan kebisingan yang menurut mereka diduga berkaitan dengan aktivitas operasional pabrik.
Salah seorang warga, Ulfa, mengatakan bau menyengat tersebut mengganggu aktivitas keluarganya, termasuk bayinya.
“Di dalam rumah bau banget. Kasihan bayi saya. Tolong segera ditutup pabrik ini,” ujar Ulfa saat menyampaikan aspirasi.
Keluhan serupa disampaikan Eneng Rohmah. Ia mengaku bau menyengat yang menurutnya diduga berasal dari aktivitas pabrik membuat orang tuanya mengalami keluhan sesak napas dan dalam kondisi tertentu harus menggunakan oksigen.
Warga menilai persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Bukan Aksi Pertama
Aksi pada Minggu (13/9/2026) disebut bukan yang pertama dilakukan warga Cengkok. Dalam beberapa bulan terakhir, warga bersama sejumlah pihak, termasuk mahasiswa, telah beberapa kali menyampaikan aspirasi terkait keluhan terhadap aktivitas PT SLI.
Menurut warga, pemerintah pusat dan daerah juga telah beberapa kali melakukan penghentian atau penghentian sementara operasional pabrik.
Namun, warga mengaku kembali merasakan keluhan serupa ketika aktivitas pabrik berjalan. Kondisi itu mendorong mereka kembali meminta pemerintah mengambil langkah tegas.
Minta Pemerintah Bertindak
Koordinator Aliansi Masyarakat Cengkok, Ilham, meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menghentikan operasional PT SLI sampai persoalan yang dikeluhkan warga benar-benar diselesaikan.

“Kami meminta pemerintah serius menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai pabrik kembali beroperasi, sementara keluhan warga terhadap bau, debu, dan kebisingan masih terus terjadi,” ujar Ilham.
Menurut Ilham, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi warga secara terbuka, damai, dan konstitusional.
Warga berharap pemerintah memberikan kepastian dan solusi dengan mempertimbangkan keselamatan, kenyamanan, kesehatan masyarakat serta perlindungan lingkungan.(rhl)






