Berita  

Reklamasi Tambang Jadi Kunci Keberlanjutan, Grup MIND ID Pulihkan Ekosistem dan Dukung Ekonomi Hijau

"Dari ANTAM hingga Vale, Perusahaan Tambang MIND ID Kembangkan Reklamasi Berkelanjutan"

Reklamasi Tambang Jadi Kunci Keberlanjutan, Grup MIND ID Pulihkan Ekosistem dan Dukung Ekonomi Hijau
ilustrasi penanaman dibuat Ai

Lingkungan,- Reklamasi dan pemulihan lingkungan kini menjadi bagian penting dalam praktik pertambangan berkelanjutan yang dijalankan perusahaan-perusahaan anggota Grup MIND ID. Berbagai program rehabilitasi lahan, restorasi ekosistem, konservasi biodiversitas hingga pengembangan tanaman energi terus dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

photo : istimewa

Perusahaan-perusahaan anggota Grup MIND ID menempatkan reklamasi bukan hanya sebagai kewajiban administratif setelah kegiatan tambang berakhir, tetapi sebagai langkah strategis untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan dan mendukung keberlanjutan jangka panjang.

ANTAM Tanam Lebih dari 195 Ribu Pohon

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menjadikan reklamasi sebagai instrumen pemulihan fungsi ekologis jangka panjang. Perusahaan menjalankan program reklamasi dan rehabilitasi secara sistematis untuk memastikan area pascatambang tetap aman, stabil, dan produktif.

Program tersebut meliputi penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, revegetasi menggunakan spesies lokal, hingga pemantauan kualitas lingkungan secara berkala.

Selain itu, ANTAM juga mengintegrasikan konservasi biodiversitas melalui pemantauan flora dan fauna, rehabilitasi ekosistem sungai, serta perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi di sekitar wilayah operasional.

Sepanjang 2025, ANTAM telah menanam lebih dari 195 ribu pohon di area pascatambang maupun kawasan rehabilitasi lainnya.

PTBA Kembangkan Kaliandra Merah untuk Energi Bersih

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menghadirkan inovasi reklamasi melalui pengembangan tanaman kaliandra merah di lahan pascatambang.

Tanaman energi tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku wood pellet untuk program co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Program ini tidak hanya mempercepat penghijauan lahan, tetapi juga mendukung upaya pengurangan emisi karbon melalui penggunaan biomassa sebagai substitusi sebagian batu bara.

Hingga 2025, PTBA bersama mitra akademik telah menanam lebih dari 240 ribu batang kaliandra merah di lahan seluas 26,47 hektare.

Freeport Fokus pada Perlindungan Biodiversitas

PT Freeport Indonesia menjadikan pengelolaan biodiversitas sebagai salah satu fokus utama dalam strategi keberlanjutan perusahaan.

Berbagai sistem pengelolaan lingkungan diterapkan untuk meminimalkan dampak operasional terhadap ekosistem, termasuk pemantauan lingkungan secara berkelanjutan dan pengelolaan tailing sesuai standar yang telah diverifikasi secara internasional.

Freeport juga melakukan penilaian kondisi lingkungan melalui empat tahapan, yakni identifikasi lokasi, evaluasi, asesmen, dan penyusunan langkah mitigasi guna memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah operasionalnya.

PT Timah Pulihkan Ekosistem Darat dan Laut

PT Timah Tbk menempatkan reklamasi dan restorasi lanskap pascatambang sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan.

Program yang dijalankan tidak hanya berupa revegetasi lahan bekas tambang, tetapi juga rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut.

Kegiatan tersebut meliputi pembangunan terumbu karang buatan, penanaman mangrove, hingga restocking kepiting sebagai bagian dari pemulihan ekosistem perairan yang terdampak aktivitas pertambangan.

Pada 2025, PT Timah mencatat realisasi 100 persen target perawatan reklamasi dan rehabilitasi lingkungan yang telah ditetapkan.

Vale Dorong Pemulihan Ekologis Jangka Panjang

PT Vale Indonesia juga menempatkan reklamasi dan rehabilitasi kawasan tambang sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Perusahaan menjalankan berbagai program revegetasi, pengelolaan keanekaragaman hayati, dan rehabilitasi kawasan terdampak operasi tambang untuk memastikan area yang telah ditambang dapat kembali memiliki fungsi ekologis yang mendukung keseimbangan lingkungan.

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan perubahan paradigma industri pertambangan yang semakin menempatkan aspek keberlanjutan sebagai prioritas utama.

Reklamasi kini tidak lagi terbatas pada penanaman kembali vegetasi, tetapi berkembang menjadi upaya pemulihan ekosistem yang lebih komprehensif, mulai dari konservasi biodiversitas, rehabilitasi kawasan darat dan perairan, hingga pengembangan tanaman energi yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Melalui berbagai program tersebut, perusahaan-perusahaan anggota Grup MIND ID menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pertambangan dan pelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

banner 120x600