KABUPATEN TANGERANG (barayanews.com) – Polresta Tangerang menggelar Operasi Patuh Maung 2026 mulai 26 Oktober hingga 8 November mendatang. Dalam operasi tersebut, kepolisian memprioritaskan pemantauan sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan dan kemacetan, di antaranya Jalan Raya Serang, wilayah Balaraja Barat dan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama, menjelaskan bahwa penentuan titik operasi dilakukan dengan mempertimbangkan hasil analisis dan evaluasi kondisi lalu lintas sebelum pelaksanaan kegiatan.
Berdasarkan evaluasi tersebut, Jalan Raya Serang di Balaraja Barat, khususnya kilometer 28 hingga 29, menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena tercatat memiliki angka kecelakaan cukup tinggi dalam sepekan terakhir. Selain itu, kawasan Cikupa juga masuk dalam pemantauan petugas.
Fery mengatakan, pengawasan tidak hanya dilakukan di lokasi yang telah dipetakan sejak awal. Kepolisian akan menyesuaikan penempatan petugas berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
“Untuk lokasi, ini kita laksanakan sesuai dengan update atau perkembangan situasi. Di mana biasanya sering terjadi titik-titik kemacetan, di mana biasanya sering terjadi titik-titik rawan kecelakaan, maupun gangguan-gangguan kamtibmas lainnya,” kata Fery.
Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan setiap hari untuk mengidentifikasi titik yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan pelanggaran lalu lintas sekaligus mengurangi risiko kecelakaan dan dampak fatal yang ditimbulkan.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Maung 2026 mengombinasikan kegiatan edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum. Fery memaparkan, kegiatan preemtif mendapat porsi 30 persen, preventif 50 persen, sedangkan represif sebesar 20 persen.
Untuk penindakan pelanggaran, Satlantas Polresta Tangerang mengutamakan penggunaan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), termasuk perangkat ETLE *handheld*, serta teguran kepada pengendara.
Namun, petugas masih dapat melakukan penilangan secara manual apabila menemukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menurut Fery, keputusan melakukan penindakan akan mempertimbangkan tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh pelanggaran tersebut. Dengan demikian, pendekatan humanis tetap diutamakan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan berlalu lintas.
Operasi Patuh Maung 2026 menyasar seluruh kelompok masyarakat yang menggunakan jalan, mulai dari pelajar hingga pekerja dan karyawan.
Fery menyebutkan, kepolisian akan memantau perkembangan angka pelanggaran serta data kecelakaan selama operasi berlangsung. Hasil evaluasi itu nantinya digunakan untuk menentukan kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih melalui edukasi maupun langkah penegakan hukum.
Apabila hasil pemantauan menunjukkan kelompok tertentu lebih sering terlibat dalam pelanggaran atau kecelakaan, kepolisian akan mempertimbangkan langkah lanjutan yang sesuai dengan kondisi tersebut.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak hanya tertib ketika melihat keberadaan petugas, tetapi juga membangun kebiasaan berkendara yang aman dalam aktivitas sehari-hari.
Fery mengajak seluruh pengguna jalan untuk mendukung operasi dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Ia menegaskan, terciptanya keamanan, ketertiban, kelancaran, dan keselamatan lalu lintas tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, mari kita bersama-sama bekerja sama, bahu-membahu untuk bersama-sama kita bisa mewujudkan keamanan, ketertiban, kelancaran, dan keselamatan dalam berlalu lintas,” ujarnya.






