KOTA SERANG – Pemerintah Provinsi Banten menggelar pasar murah khusus bagi pengemudi ojek online (ojol) di halaman UPTD Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (PSMB) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten. Program ini diikuti lebih dari 1.000 pengemudi ojol sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Kepala Disperindag Provinsi Banten, Iwan Hermawan, mengatakan pasar murah tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi para pengemudi ojol yang mengeluhkan naiknya harga bahan pokok di saat pendapatan mereka menurun.
“Semua komoditas tersebut dijual di bawah harga pasar atau dijual dengan harga produsen dan distributor,” kata Iwan.
Berbagai kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, ikan beku, bawang merah, bawang putih, aneka cabai, sayuran, hingga buah-buahan. Selain itu, tersedia pula produk makanan dan minuman serta layanan informasi terkait persyaratan berusaha.
Untuk memberikan kenyamanan kepada peserta, Disperindag juga menyiapkan area istirahat lengkap dengan sajian kopi lokal bagi para pengemudi yang mengantre.
“Ini semua sesuai arahan dari Bapak Gubernur Andra Soni untuk membantu meringankan beban para driver ojol,” ujar Iwan.
Salah seorang pengemudi ojol, Soleh, mengaku sangat terbantu dengan penyelenggaraan pasar murah tersebut. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan para pengemudi mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Banten.
“Kami sangat terbantu. Terima kasih Bapak Gubernur Banten Andra Soni,” katanya.
Kegiatan pasar murah ini terlaksana melalui kolaborasi berbagai instansi dan mitra, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UMKM, PT Agribisnis Banten Mandiri (ABM), Perum Bulog, PT Mayora, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Indomaret, Bank Banten, serta para pedagang dan distributor sembako di Banten.(rhl)






