Jakarta,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui LRT Jabodebek melakukan uji coba pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) pada jam sibuk pagi guna mengakomodasi meningkatnya mobilitas masyarakat dari kawasan penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta. Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (8/6/2026), lebih dari 21 ribu pengguna memanfaatkan layanan tambahan relasi Jatimulya–Dukuh Atas BSI.
Penambahan kapasitas perjalanan tersebut dilakukan untuk membantu mengurai kepadatan pengguna pada jam berangkat kerja sekaligus menjaga kenyamanan perjalanan masyarakat komuter Jabodebek.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pola perjalanan pengguna menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap transportasi publik yang efisien, tepat waktu, dan terintegrasi.
“Mayoritas pengguna berasal dari kawasan hunian dan penyangga Jakarta seperti Jatimulya, Cikunir, dan Jatibening Baru yang setiap pagi bergerak menuju pusat bisnis dan perkantoran di Jakarta. Hal ini menunjukkan mobilitas masyarakat dengan transportasi publik terus meningkat,” ujarnya.
Berdasarkan data operasional hari pertama, stasiun keberangkatan dengan jumlah pengguna tertinggi berada di kawasan permukiman dan penyangga Jakarta, di antaranya Dukuh Atas BSI, Rasuna Said, Jatimulya, dan Cikoko.
Sementara itu, stasiun tujuan didominasi kawasan pusat aktivitas dan bisnis, yakni Dukuh Atas BSI, Pancoran, Cikoko, dan Rasuna Said.
Menurut Radhitya, penguatan kapasitas perjalanan pada pagi hari menjadi langkah adaptif perusahaan dalam merespons pola mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
“Uji coba ini menjadi bagian dari evaluasi kami dalam melihat kebutuhan kapasitas pada jam sibuk pagi. Fokusnya bukan hanya menambah perjalanan, tetapi memastikan distribusi pengguna lebih merata sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman,” tambahnya.
Uji coba pengoperasian Kereta Luar Biasa berlangsung selama periode 8 hingga 12 Juni 2026. Selama masa uji coba, operasional LRT Jabodebek tetap berjalan normal dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu perjalanan.
KAI menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan guna mendukung mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin dinamis. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran transportasi publik sebagai solusi mobilitas masyarakat di wilayah Jabodebek.(jay)






