KABUPATEN TANGERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat terdapat 203 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang terdeteksi sepanjang Januari hingga April 2026.
Temuan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dengan angka tertinggi berasal dari beberapa wilayah layanan puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengungkapkan bahwa kasus HIV paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Curug, Kelapa Dua, Kosambi, dan Cikupa. Meski demikian, hampir seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang juga melaporkan adanya temuan kasus serupa.
“Wilayah Curug, Kelapa Dua, Kosambi, dan Cikupa menjadi daerah dengan jumlah temuan kasus tertinggi. Namun secara umum, kasus HIV ditemukan hampir di seluruh wilayah pelayanan puskesmas di Kabupaten Tangerang,” ujar Hendra, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes, mayoritas penderita yang teridentifikasi berasal dari kelompok usia produktif. Dari total 203 kasus, sebanyak 167 kasus ditemukan pada warga berusia 21 hingga 55 tahun. Selain itu, terdapat 28 kasus pada kelompok remaja dan delapan kasus pada balita.
Hendra menjelaskan bahwa kelompok usia produktif masih menjadi penyumbang terbesar dalam temuan kasus HIV. Sementara itu, sejumlah kasus juga ditemukan pada kalangan remaja dan anak-anak usia balita.
“Sebagian besar kasus yang terdeteksi berasal dari kelompok usia produktif. Selain itu, terdapat pula kasus pada remaja serta beberapa kasus yang ditemukan pada balita,” katanya.
Menurut Hendra, pola penularan yang paling sering ditemukan masih berkaitan dengan perilaku berisiko, seperti penggunaan jarum suntik yang tidak steril serta aktivitas seksual yang berpotensi menyebabkan penularan HIV.
“Faktor risiko yang dominan masih berkaitan dengan penggunaan jarum suntik yang tidak aman dan perilaku seksual berisiko,” jelasnya.
Sementara untuk kasus yang ditemukan pada balita, Hendra menuturkan bahwa sebagian besar diduga berasal dari penularan orang tua yang lebih dahulu terinfeksi HIV.
“Kasus pada balita umumnya berkaitan dengan penularan dari orang tua yang telah terinfeksi HIV,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap upaya pencegahan HIV dengan menerapkan pola hidup sehat, menghindari perilaku yang berisiko, serta menjalani hubungan yang bertanggung jawab.
Selain itu, Hendra mengingatkan pentingnya kepatuhan menjalani terapi bagi orang yang hidup dengan HIV. Menurutnya, konsumsi obat secara rutin dapat membantu mengendalikan infeksi sehingga tidak berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).
“Pengobatan yang dijalani secara teratur sangat berperan dalam menjaga kondisi kesehatan penderita dan mencegah HIV berkembang menjadi AIDS,” tutupnya.(rhl)






