Setiap orang mendambakan hidup bahagia, tentram, tenang, dan serba kecukupan. Namun faktanya tak semua orang mampu meraih nya. Bahkan ada sebagian yang hidupnya penuh kesusahan, penderitaan dari muda bahkan sampai masa tuanya. Jangankan hari tua penuh kedamaian dan bisa khusuk beribadah, tapi sebaliknya justru masih dipusingin dengan mencari nafkah meskipun hanya sekadar demi sesuap nasi.
Sering kita jumpai usia yang sudah sangat renta, namun masih berusaha berjualan meskipun keuntungan yang didapat tak seberapa. Bahkan terkadang mereka masih menanggung hidup anggota keluarga lainnya. Miris memang, tapi mau bagaimana lagi namanya juga kehidupan tak selamanya mudah dan indah.
Tak kalah miris terkadang sering kita mendengar orangtua yang ditelantarkan oleh anaknya. Alasan tak ada biaya anak saling lempar tanggung jawab merawat orangtuanya.
Bahkan ada pepatah yang mengatakan seorang ibu mampu merawat lima orang anak, namun lima anak belum tentu mampu merawat satu ibu.
Dalam sistem sekuler kapitalis saat ini, agama dijauhkan dari kehidupan, kebebasan berperilaku dan berpendapat membuat manusia bertindak sesuka hatinya, tak peduli halal dan haram, sebab kebahagiaan dinilai dari sejauh mana banyaknya materi yang berhasil didapatkannya, bukan lagi ridha Allah Swt.
Dengan adanya beban hidup yang semakin berat, banyaknya kemaksiatan dan terkikisnya keimanan, ketakwaan membuat hilangnya rasa empati dan kasih sayang, sehingga manusia menjadi tega melakukan berbagai cara demi meraih segala impiannya.
Berikut ini beberapa tips agar anak tidak durhaka kepada orangtua, sehingga hari tua kita tidak berakhir menderita.
1. Ajarkan rasa syukur. Anak akan senantiasa mensyukuri atas apa saja yang telah dimiliki. Dengan demikian tidak akan menjadi serakah iri dengki, sehingga mampu menghargai sekecil apapun pengorbanan orangtuanya.
2. Ajarkan Empati. Anak akan memahami perasaan orang lain. Jika terhadap orang lain saja bisa merasakan kesedihannya, niscaya tak akan tega melukai hati orangtuanya.
3. Rasa tanggung jawab. Jangan terlalu memanjakan anak sebab hidup tidak selalu mudah, dan setiap perbuatan atau pilihan itu ada konsekuensinya. Sehingga tidak mudah menyalahkan siapapun termasuk orangtuanya.
4. Rasa hormat. Ajarkan mulai dari hal kecil seperti, berbicara sopan, tidak berkata kasar membentak atau membantah, mendengarkan saat orang lain berbicara dan tidak memotongnya. Kalau sudah terbiasa hormat sejak kecil, begitu dewasa akan memuliakan orangtuanya.
5. Kasih sayang. Biasakan peluk anak kita, doakan, dengarkan ceritanya, juga keluhannya, sebab anak butuh contoh nyata. Sikap kita terhadap orangtua kita, akan ditirunya dan bagaimana kita perlakukan orangtua kita, anak akan mengikutinya.
6. Doa dan ketakwaan. Ajarkan anak berdoa, agar mereka rajin mendoakan kita meskipun kelak kita sudah tiada. Tanamkan pada anak bahwa Allah selalu melihat sekecil apapun hal yang kita perbuat, dan itu semua akan kembali kepada kita sebab kita akan mempertanggung jawabkannya. Sehingga anak akan merasa selalu diawasi oleh Allah Swt, jika akidahnya kuat anak tidak akan tersesat dan selamat dunia dan akhirat.
Sebab orangtua yang baik bukan cuma memenuhi kebutuhan fisik anaknya saja, tetapi juga membentuk karakternya, dengan menanam akidah yang kuat, memberikan keteladanan, kasih sayang juga mendoakan. Karena mendidik anak adalah kewajiban orangtuanya, apalagi sistem pendidikan saat ini sangat jauh dari agama, jika bukan kita yang mengajarkannya mau siapa? Akankah kita pasrah dan merasa cukup dengan pendidikan di sekolah? Sadarlah sebab kita akan menua, dan yang kita butuhkan kelak bukan cuma sekadar dicukupi materi semata.
Setiap kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya (HR Bukhari Muslim).
Wallahu alam bishshawwab
Oleh: Erna Ummu Aqilah






