CKG Banten Tertinggi Kedua Nasional, Tembus Lebih dari 7 Juta Peserta

Redaksi | Rachel
CKG Banten Tertinggi Kedua Nasional, Tembus Lebih dari 7 Juta Peserta
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) saat kunjungan kerja Komite III DPD RI di RSUP Sitanala, Kota Tangerang, Senin (5/10/2026). Program CKG di Banten telah menjangkau lebih dari 7 juta peserta hingga awal Oktober 2026.

KOTA TANGERANG – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten mencatat capaian tertinggi kedua secara nasional. Hingga awal Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 7 juta warga atau lebih dari 70 persen penduduk Banten.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sitanala, Kota Tangerang, Senin (5/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menginventarisasi materi pengawasan terhadap pelaksanaan Program CKG. Filep menilai pelaksanaan CKG di Banten dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Pelaksanaan CKG di Banten menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Filep.

Menurut Filep, pihaknya ingin melihat langsung strategi pelaksanaan CKG di Banten. Hasil kunjungan tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi Komite III DPD RI kepada pemerintah pusat.

Direktur Fasilitasi dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Roy Himawan juga mengapresiasi pelaksanaan CKG di Banten.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis penting untuk menghasilkan data mengenai kondisi kesehatan masyarakat. Data tersebut dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan peningkatan derajat kesehatan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan capaian CKG di Banten telah melampaui rata-rata nasional yang berada di kisaran 42 persen.

“Bahkan (pesertanya) hampir mencapai 8 juta orang. Di Banten, capaiannya sudah lebih dari 70 persen,” kata Dimyati.

Pemprov Banten tetap mendorong pemerataan layanan kesehatan. Untuk wilayah Banten bagian utara, pemerintah akan memperkuat pemutakhiran teknologi kesehatan, sementara wilayah selatan diarahkan pada peningkatan sarana dan prasarana.

Di Kota Tangerang, Wali Kota Sachrudin mengatakan Pemkot menerapkan pola jemput bola agar pemeriksaan kesehatan menjangkau lebih banyak masyarakat.

CKG dilakukan dengan mendatangi sekolah, perusahaan, komunitas hingga lingkungan tempat tinggal warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan capaian Banten hanya terpaut sekitar 0,7 persen dari Provinsi Gorontalo yang berada di posisi pertama nasional.

“Peringkat teratas capaian Program CKG di Indonesia adalah Provinsi Gorontalo. Selisih capaian kita sekitar 0,7 persen saja,” jelas Ati.

Pemprov Banten terus mendorong masyarakat memanfaatkan CKG sebagai langkah deteksi dini kondisi kesehatan sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit.(rhl)

banner 120x600