TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang saat ini mencapai sekitar 5,67 persen.
Hal tersebut disampaikan Maesyal saat menerima peserta Diklat II FSP-RTMM SPSI Provinsi Banten di Hotel Yasmin, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Rabu (9/9/2026).

“Mari kita pertahankan dan terus tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Mudah-mudahan semua serikatnya, bukan hanya di makanan minuman saja, semua yang ada aktivitas di Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang tidak terlepas dari hubungan tripartit yang kondusif dan harmonis. Pemerintah daerah, pengusaha, serta pekerja dan serikat pekerja dinilai telah menjalankan perannya dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi.
“Pemerintah, semua pengusaha, termasuk para karyawan dan para pekerja yang ada di Kabupaten Tangerang, semuanya saling berkolaborasi, saling mensupport. Dampak positifnya, roda perekonomian terus berjalan, kepastian aktivitas usaha masyarakat terakomodir,” jelasnya.
Maesyal juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga komunikasi dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang dapat mengganggu hubungan industrial yang telah terbangun.
Ia mengapresiasi pelaksanaan Diklat II FSP-RTMM SPSI yang dinilai dapat meningkatkan motivasi, wawasan, serta kompetensi pengurus, khususnya dalam aspek hukum dan ketenagakerjaan.
“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat dan apresiasi kepada RTMM juga kepada SPSI yang hari ini berinisiasi untuk bisa melaksanakan pelatihan. Semoga diklat ini dapat menambah kompetensi terhadap aspek hukum dan ketenagakerjaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Diklat II FSP-RTMM, Satriyo Utomo, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 139 peserta dari 15 pimpinan unit kerja perusahaan di wilayah Provinsi Banten.
Diklat mengusung tema “Cerdas Hukum, Kuat Advokasi Wujudkan Pengurus Serikat Pekerja yang Berintegritas dan Bermartabat.”
Satriyo mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi bagian dari investasi perjuangan organisasi dalam meningkatkan kapasitas kader.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader organisasi yang mampu memahami persoalan ketenagakerjaan, mampu menjalankan organisasi secara profesional, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu membangun hubungan industrial yang harmonis namun tetap kritis serta memiliki keberanian untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota,” ujarnya.
Ia berharap diklat tersebut dapat memperkuat organisasi agar semakin solid, profesional, dan memberikan manfaat bagi para anggota.(rhl)






