TANGERANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan rusak di tengah padatnya aktivitas lalu lintas. Meski target pengerjaan dipangkas, kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas.
Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaini mengatakan, pekerjaan konstruksi beton yang biasanya berlangsung sekitar tiga bulan diupayakan selesai dalam waktu dua bulan.
“Karena kondisi lalu lintas cukup padat, kita coba percepat menjadi dua bulan. Tetapi dengan percepatan waktu ini, kita juga tidak ingin mengubah kualitas pekerjaan. Itu menjadi satu hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Taufik.
Percepatan dilakukan dengan pengawasan ketat di setiap tahapan pekerjaan. DPUPR melibatkan konsultan pengawas, tim teknis serta laboratorium untuk memastikan material dan hasil konstruksi sesuai standar.

Pengujian dilakukan secara bertahap. Material yang telah memasuki tahapan tertentu langsung diperiksa di laboratorium sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Menurut Taufik, pola tersebut memungkinkan pekerjaan berjalan lebih cepat tanpa mengurangi aspek teknis dan mutu konstruksi.
Pengawasan juga tetap dilakukan setelah pekerjaan selesai. Ruas jalan yang telah diperbaiki memiliki masa pemeliharaan rata-rata enam bulan yang menjadi tanggung jawab kontraktor.
Setelah masa pemeliharaan berakhir, pengelolaan dilanjutkan bidang operasi dan pemeliharaan DPUPR Kota Tangerang.
DPUPR juga mengajak masyarakat ikut memantau kondisi jalan. Laporan warga melalui kanal pengaduan LAKSA dapat membantu pemerintah melakukan monitoring dan menjaga kualitas pelayanan jalan.
“Semakin banyak informasi dari masyarakat, lebih bagus karena bagaimana kita menjaga level of services jalan ini bisa terus dijaga,” kata Taufik.(rhl)






