KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan seiring musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang. Sedikitnya sembilan kecamatan kini rutin menerima distribusi air bersih.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, langkah antisipasi dilakukan menyusul prediksi BMKG mengenai kemarau yang lebih panjang tahun ini. Pemkab juga melakukan pendataan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih.
“Karena itu kami sedang melakukan pendataan sekaligus mengambil langkah-langkah penanganan,” kata Maesyal, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, bantuan air bersih terus disalurkan secara rutin oleh Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) bersama Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim) serta Palang Merah Indonesia (PMI) ke sembilan kecamatan yang terdampak kekeringan.
Maesyal menegaskan, setiap laporan dari camat maupun kepala desa terkait wilayah yang mengalami krisis air bersih langsung ditindaklanjuti dengan pengiriman bantuan.
“Saat ini sembilan kecamatan sudah ter-cover,” ujarnya.
Selain memastikan distribusi air bersih, Pemkab Tangerang juga memantau kondisi sumber air baku yang mulai menurun akibat kemarau. Salah satunya terjadi di Sungai Cisadane yang menjadi sumber pasokan Perumdam TKR.
“Stok air masih tersedia, meskipun air baku di Cisadane mulai berkurang,” jelasnya.
Tak hanya sektor air bersih, Pemkab Tangerang juga mulai mengantisipasi dampak kemarau terhadap sektor pertanian. Dinas Pertanian telah mendata lahan yang berpotensi terdampak kekeringan sekaligus menyiapkan pengadaan pompa air untuk membantu pengairan sawah.
“Dinas Pertanian sudah mendata dan mempersiapkan pengadaan pompa air untuk bisa mengairi persawahan,” pungkas Maesyal.(rhl)






