Tahun Ajaran Baru, Bertambah Pengeluaran Ibu

Tahun Ajaran Baru, Bertambah Pengeluaran Ibu

Tahun ajaran baru segera dimulai, libur sekolah hampir usai. Bagi kondisi keluarga yang berkecukupan tentu menjadi momen bahagia, tapi berbeda dengan keluarga yang kurang berada. Jangankan liburan diisi dengan jalan-jalan, makan-makan, belanja kebutuhan sekolah di mall-mall mewah, bahkan untuk sekadar mencukupi kebutuhan makan sehari-hari aja harus memutar otak agar bisa terpenuhi.

Biasanya saat tahun ajaran baru, anak akan merengek minta dibelikan tas, sepatu, seragam dan berbagai perlengkapan sekolah lainnya. Bagi yang berada tentu bukan masalah, akan tetapi bagi orang tua dengan kondisi kurang mampu pasti menjadi masalah besar, belum lagi jika anak yang sekolah bukan cuma satu.

Kondisi serupa akan dirasakan lebih berat lagi, bagi orang tua yang anaknya baru masuk kejenjang lebih tinggi. Seperti baru masuk SD, SMP, atau SMA. Selain habis mengeluarkan biaya kelulusan sekolah, juga harus mempersiapkan biaya masuk ke sekolah yang baru, jika beruntung masuk sekolah negeri tentu biayanya tak sebesar sekolah swasta.

Dilihat dari kondisi ekonomi masyarakat saat ini, mayoritas mengeluhkan beratnya biaya hidup sehari-hari. Tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), ditambah sulitnya mencari pekerjaan, membuat banyak masyarakat yang memilih jadi ojek online atau pedagang.
Namun tidaklah semudah yang dibayangkan, jika memulai usaha (berdagang) harus ada modal yang cukup. Sebab harga berbagai kebutuhan pokok sangatlah tinggi, sehingga membuat daya beli masyarakat menurun, akibatnya mereka harus bisa mengencangkan ikat pinggang agar semua kebutuhan bisa terpenuhi.

Dalam sistem kapitalis sekuler saat ini, kita dijauhkan dari ajaran agama. Seolah-olah agama hanya sebuah identitas diri dan persoalan pribadi yang mengatur masalah ibadah seperti sholat, puasa, haji dan sebagainya. Padahal Islam merupakan agama sempurna yang mengatur hubungan dengan Allah SWT terkait ibadah dan akidah, juga mengatur berbagai persoalan hidup mulai dari, pergaulan, pendidikan, keamanan, kesehatan, ekonomi, sosial, politik, baik dalam negri maupun luar negeri, dan berbagai problematika kehidupan yang lainnya.

Ketika agama berhasil dijauhkan dari kehidupan, mengakibatkan pola pikir dan perilaku kita tidak lagi bersandar pada halal dan haram. Alhasil jika sudah terdesak kebutuhan, dan tidak punya modal mereka akan menjadi pengamen, pengemis, pemulung, bahkan ada yang gelap mata sampai nekat melakukan tindakan melanggar hukum seperti, mencuri, merampok, menipu dan lainnya.

Berbeda dalam pandangan Islam,
pendidikan merupakan kebutuhan pokok mendasar dan hak bagi seluruh masyarakat. Merupakan kewajiban bagi negara untuk memastikan seluruh rakyat dapat mengaksesnya dengan mudah tanpa adanya perbedaan, baik segi kualitas maupun kuantitasnya. Menyediakan fasilitas yang lengkap, guru-guru yang profesional, kurikulum berbasis akidah dan berbagai hal penunjang lainnya, agar mampu membentuk generasi yang unggul.

Jika pendidikan dengan kualitas dan kuantitas yang sama, tidak ada sekolah favorit yang diperebutkan, guru-guru yang terjamin kesejahteraannya, sehingga fokus hanya mendidik dan mencerdaskan bangsa. Tentu generasi kedepannya akan mampu membentuk peradaban mulia, semua dibiayai oleh bailtulmal.

Dengan kekayaan sumber daya alam yang kita miliki saat ini, jika dikelola dengan benar yakni sesuai syariat Islam, tentu kesejahteraan masyarakat akan mudah diwujudkan. Sebab Rasulullah Saw telah bersabda:
“Kaum muslimin berserikat dalam tiga perkara yaitu, padang rumput, air dan api.” ( HR Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah).

Jadi mulai dari gunung, hutan, sungai, laut, berbagai tambang seperti batu bara, nikel, emas, minyak bumi, dan lain sebagainya, merupakan kepemilikan umum, wajib dikelola oleh negara demi kepentingan rakyatnya. Haram diserahkan pada individu, swasta apalagi asing.

Negara wajib menyediakan lapangan pekerjaan bagi kepala keluarga, agar dapat memenuhi kebutuhan anggota keluarganya, tanpa dibebani biaya pendidikan yang memberatkan. Sehingga para ibu bisa fokus mengurus rumah tangga dan mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya. Alhasil pendidikan berkualitas tinggi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Alhasil negeri ini akan memiliki generasi penerus bangsa yang kuat, hebat, cerdas dan siap bersaing sekaligus membentuk peradaban yang cemerlang.
Wallahu a’lam bishshiwwab

Oleh: Erna Ummu Aqilah

banner 120x600