TANGERANG – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mendorong penguatan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Serdang Wetan, Kabupaten Tangerang, melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) 2026.
Program tersebut menyasar dua kelompok usaha, yakni Kelompok Budidaya Perikanan Dewata Farm dan Kelompok Pengolahan Pangan Mekar Lestari. Pendampingan diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, manajemen usaha, hingga pemasaran.

Ketua Kelompok Budidaya Perikanan Dewata Farm Ari Suhendi mengatakan, pengelolaan usaha budidaya ikan selama ini banyak mengandalkan pengalaman. Melalui pendampingan, kelompok mulai memperkuat pencatatan dan perencanaan dalam setiap tahapan budidaya.
“Selama ini kami mengelola budidaya berdasarkan pengalaman. Pendampingan ini membuka cara pandang baru bahwa setiap proses, mulai dari pemberian pakan sampai panen, perlu dicatat agar kami bisa mengevaluasi dan mengambil keputusan dengan lebih baik,” ujar Ari.
Pendampingan di Dewata Farm mencakup pengelolaan kolam, efisiensi pemberian pakan, pencatatan siklus budidaya, serta strategi meningkatkan produktivitas.
Sementara itu, Kelompok Pengolahan Pangan Mekar Lestari mendapat penguatan dalam pengelolaan biaya produksi, pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan pesanan dan strategi pemasaran.
Ketua Kelompok Pengolahan Pangan Mekar Lestari Linda Farida menilai pendampingan tersebut membantu kelompok melihat usaha secara lebih menyeluruh.
“Kami jadi lebih memahami pentingnya mencatat setiap biaya dan mengelola pesanan dengan lebih rapi. Selama ini kami fokus memproduksi, tetapi sekarang kami juga belajar bagaimana mengembangkan usaha agar bisa terus bertahan dan berkembang,” kata Linda.
Selain penguatan produksi dan manajemen, UMN juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran. Pendampingan mencakup pembangunan identitas produk serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi.
Tim UMN juga mengembangkan Aplikasi Dewata Farm dan Aplikasi Mekar Lestari berdasarkan hasil observasi serta kebutuhan masing-masing kelompok. Kedua aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan.
Program PDB UMN menempatkan teknologi sebagai alat pendukung, bukan tujuan utama. Penguatan kapasitas masyarakat menjadi fondasi agar kelompok usaha mampu mengelola bisnis secara mandiri dan berkelanjutan.
Pendampingan di Desa Serdang Wetan sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun ekonomi lokal.
Melalui penguatan produksi, manajemen, pemasaran dan pemanfaatan teknologi secara berimbang, kelompok usaha desa diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Program PDB 2026 ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta mendapat dukungan dana pendamping dari Universitas Multimedia Nusantara.(rhl)






