barayanews.com – Dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Di mana umat Islam melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, juga dilipat gandakan segala amal perbuatan kita terutama di sepuluh hari pertama. Adanya puasa Arafah dengan pahala luar biasa bagi umat Islam yang tidak melaksanakan haji, bertepatan dengan dilaksanakannya wukuf. Puncaknya pada hari raya Idhuladha yakni tanggal 10 Dzulhijjah, di mana seluruh umat Islam menyembelih hewan kurbannya hingga tanggal 13 Dzulhijjah, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah dan RasulNya.
Makna Iduladha merupakan bentuk ketaatan dan kepatuhan serta ketundukan secara mutlak kepada Allah Swt. Hari kurban bukan sekadar ritual pemotongan hewan kurban semata, akan tetapi merupakan bentuk penghambaan kepada Allah Swt, sekaligus tunduk terhadap perintah dan laranganNya.
Menyembelih hewan kurban dimaknai dengan disembelihnya sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri kita, seperti rakus, tamak, sombong, egois dan berbagai nafsu hewan lainnya. Sehingga merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Jika kita lihat kondisi umat saat ini sungguh sangatlah miris, di mana banyak manusia yang memiliki sifat lebih buas dari pada binatang. Mereka sangat rakus, meskipun sudah kaya raya tetapi tetap saja berambisi untuk menambah hartanya bahkan menghalalkan berbagai macam cara. Tak peduli lagi halal maupun haram yang penting harta, tahta, kedudukan, jabatan dan sanjungan, pujian, terus dalam genggamannya.
Sistem sekuler kapitalis saat ini, berhasil menjauhkan umat dari ajaran agamanya, sehingga membentuk pola pikir dan pola sikap yang bertentangan dengan ajaran agama. Apalagi saat ini mata uang Rupiah semakin melemah, sehingga mengakibatkan melonjaknya berbagai harga, baik bahan pokok, produk maupun jasa, sehingga sebagian masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Ditambah banyaknya pengangguran dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan, membuat sebagian orang mengambil jalan pintas, meskipun bertentangan dengan aturan yang ada.
Di sistem kapitalis sekuler melahirkan penguasa yang tidak taat pada Allah dan RasulNya. Mereka membuat undang-undang bukan berdasarkan syariat Allah Swt, justru yang berpihak pada kepentingan mereka bukan demi kepentingan rakyatnya. Tergerusnya rasa simpati, empati membuat mereka menutup mata dengan kondisi masyarakat saat ini. Jangan heran jika yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin menderita.
Semoga dengan momentum hari raya kurban ini, bisa menghilangkan berbagai sifat binatang yang ada pada diri kita, sehingga kita sadar bahwa sejatinya manusia hanya sebagai hamba, sedangkan Allah Swt merupakan sang Kholik (pencipta) seluruh dunia beserta isinya, sekaligus pengaturnya. Sehingga mampu merubah kita semua baik individu, masyarakat maupun penguasa menjadi hamba-hamba yang mulia karena ketakwaannya.
Ingatlah bahwa Allah telah berfirman: Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah pada Ku (QS Az Zariyat 56).
Juga dalam ayat lain diingatkan:
Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.( QS Ali Imran ayat 109).
Semoga kita semua mau tunduk dan patuh terhadap seluruh aturanNya. Sehingga sadar bahwa sejatinya tujuan dari diciptakan manusia hanya untuk beribadah pada Allah Swt. Sebab kita akan kembali kepada Nya, dan diminta pertanggungjawaban atas segala perbuatan kita semua. Ingat hidup di dunia hanya sementara akhiratlah kehidupan yang sebenarnya. Semoga kita semua menjadi manusia yang taat kepada Allah dan RasulNya, mau menerapkan dan mentaati seluruh syari’atNya sehingga bahagia selamat dunia dan akhiratnya aamiin.(*)






