Musim Hujan Mundur hingga Desember, Pemprov Banten Siapkan Modifikasi Cuaca

Redaksi | Rachel
Musim Hujan Mundur hingga Desember, Pemprov Banten Siapkan Modifikasi Cuaca
Gubernur Banten Andra Soni memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah menerima paparan dinamika iklim dari BBMKG Wilayah II di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).

SERANG – Pemprov Banten menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang diprakirakan mundur hingga Desember 2026. Salah satu opsi yang disiapkan yakni Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membantu mengatasi dampak kekeringan dan menjaga ketersediaan air.

Gubernur Banten Andra Soni memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah menerima paparan dinamika iklim dari BBMKG Wilayah II di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).

Andra mengatakan informasi cuaca dari BMKG menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menentukan langkah mitigasi, terutama menghadapi kekeringan, krisis air bersih, ancaman terhadap sektor pertanian, kesehatan, serta potensi bencana hidrometeorologi.

“Perlu diantisipasi mundurnya musim hujan dan dampak kekeringan ini sejak dini,” ujar Andra.

Plt Kepala BBMKG Wilayah II Ana Oktavia Setiowati menjelaskan, berdasarkan analisis BMKG, awal musim hujan tahun ini diprakirakan mundur hingga tiga dasarian atau sekitar satu bulan dibandingkan kondisi normal.

Untuk wilayah Banten bagian selatan seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang, musim hujan diprakirakan mulai pada November. Sementara wilayah Banten bagian utara diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember.

Menurut Ana, kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Nino yang memicu perpanjangan periode kemarau.

Dampaknya antara lain penyusutan ketersediaan air bersih, perlunya penyesuaian pola tanam, hingga peningkatan risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Gubernur Banten Andra Soni memimpin rapat bersama jajaran terkait untuk membahas antisipasi mundurnya musim hujan dan dampak kekeringan di Provinsi Banten, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).
Gubernur Banten Andra Soni memimpin rapat bersama jajaran terkait untuk membahas antisipasi mundurnya musim hujan dan dampak kekeringan di Provinsi Banten, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).

BMKG juga mengingatkan potensi bencana saat hujan mulai turun. Tanah yang kering dan merekah berisiko mengalami longsor ketika diguyur hujan berintensitas tinggi setelah periode kemarau panjang.

“Oleh karena itu, BMKG dan pemerintah daerah akan melakukan survei bersama,” kata Ana.

Survei tersebut dilakukan untuk memetakan wilayah prioritas penanganan berdasarkan kondisi faktual di masing-masing daerah.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Andra memastikan Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Pemprov Banten juga menyiagakan opsi TMC untuk membantu pengisian debit waduk, termasuk Bendungan Karian, apabila hasil kajian BMKG dan kondisi atmosfer memungkinkan.

“Kalau diperlukan rekayasa cuaca, pemerintah daerah dan BMKG siap bersinergi,” tegas Andra.

Andra menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari perubahan pola penanganan bencana, dari sebelumnya lebih banyak bersifat responsif menjadi antisipatif sejak dini.

Pemerintah akan memaksimalkan pemanfaatan data, peralatan dan keahlian BMKG agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara terencana.

“Prinsipnya, kita ingin langkah antisipasi yang terencana dengan baik,” pungkasnya.(rhl)

banner 120x600