Dinkes Kota Tangerang Skrining Kesehatan Mental Pegawai Jelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Redaksi | Rachel
Dinkes Kota Tangerang Skrining Kesehatan Mental Pegawai Jelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
Pegawai Dinkes Kota Tangerang mengikuti kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan mental menjelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Kota Tangerang.

TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melakukan skrining dan pemeriksaan kesehatan jiwa bagi para pegawai menjelang peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day yang diperingati setiap 10 Oktober.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pengalaman Hidup yang Didengar: Suara Nyata dan Perubahan Nyata”. Skrining dilakukan untuk mendeteksi kondisi mental pegawai sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan jiwa.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, tenaga kesehatan perlu mengenali kondisi dirinya sebelum memberikan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dinas Kesehatan memiliki tugas meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Tangerang, baik jiwa maupun raga. Ketika kita mengajak masyarakat, tentunya kita harus mengenali diri sendiri dulu. Kita harus sehat lebih dahulu agar bisa menjadi contoh serta membantu proses penyembuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan mental,” ujar Dini.

Untuk mengoptimalkan skrining, Dinkes Kota Tangerang menggandeng Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Banten untuk menyediakan layanan konseling secara langsung.

Dinkes juga melibatkan 79 petugas penanggung jawab kesehatan jiwa dari puskesmas se-Kota Tangerang, termasuk dokter yang telah mendapat pelatihan untuk mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental sejak tingkat puskesmas.

 

Pendampingan psikolog dalam kegiatan Screening Kesehatan Jiwa Pegawai Dinkes di Aula Dinkes Kota Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (2/10/26).
Pendampingan psikolog dalam kegiatan Screening Kesehatan Jiwa Pegawai Dinkes di Aula Dinkes Kota Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (2/10/26).

Psikolog Klinis Siti Bahiyah menjelaskan, skrining dilakukan secara bertahap dengan mengelompokkan kondisi peserta berdasarkan tingkat risiko, yakni hijau atau ringan, kuning atau sedang, dan merah atau tinggi.

“Alhamdulillah, mayoritas peserta hanya mengalami masalah ringan hingga sedang terkait dinamika harian, pola pengasuhan, dan kecemasan, serta tidak ada yang sampai mengganggu kinerja pekerjaan,” ungkap Siti.

Berdasarkan hasil penelusuran, secara umum tidak ditemukan masalah berat yang mengganggu performa dan kinerja pegawai di lingkungan Dinkes Kota Tangerang.

Meski demikian, hasil evaluasi merekomendasikan tindak lanjut berupa edukasi mengenai manajemen kecemasan dan komunikasi asertif.

Pendampingan konseling juga direkomendasikan bagi pegawai yang masuk kategori tinggi agar kesehatan mental dan produktivitas kerja tetap terjaga.

Melalui kegiatan tersebut, Dinkes Kota Tangerang berharap para pegawai dapat menjaga kesehatan fisik sekaligus mental sehingga mampu memberikan pelayanan publik secara maksimal kepada masyarakat.(rhl)

banner 120x600