TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan sektor industri tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Dunia usaha juga dituntut aktif menjaga lingkungan, termasuk memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat membuka Workshop Kepatuhan Perusahaan dalam Pengelolaan Sampah yang diinisiasi PT Japfa Food Indonesia di Kabupaten Tangerang, Rabu (30/9/2026).

Intan mengatakan, dunia usaha memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. Kontribusi industri, kata dia, tidak hanya diukur dari penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga dari kepedulian terhadap ekosistem di sekitar wilayah operasional.
“Penguatan kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus dilakukan agar pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan dapat sama-sama dijaga, yang pada akhirnya juga bermanfaat serta berdampak luas,” ujar Intan.
Menurutnya, persoalan sampah di wilayah urban dan kawasan industri seperti Kabupaten Tangerang membutuhkan pendekatan yang terus berkembang. Perubahan kebiasaan di lingkungan perusahaan serta inovasi dalam tata kelola limbah menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
“Pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan ini merupakan tanggung jawab bersama. Peningkatan kepedulian, perubahan kebiasaan, serta penerapan inovasi di lingkungan perusahaan menjadi salah satu kunci keberhasilan yang berdampak nyata bagi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” tandasnya.
Pemkab Tangerang juga mengapresiasi PT So Good Manufacturing, salah satu unit usaha PT Japfa Food Indonesia, yang menggelar forum edukasi tersebut.
Kegiatan itu dinilai menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan lingkungan di sektor manufaktur.
Intan berharap workshop tidak berhenti pada penambahan pengetahuan peserta. Ia mendorong agar materi yang diperoleh diterapkan dalam kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.
“Yang kita harapkan bukan hanya bertambahnya pengetahuan setelah mengikuti workshop ini, tetapi adanya perubahan yang dapat dirasakan dalam pelaksanaan sehari-hari. Mulai dari bagaimana kita memperlakukan sampah, membangun kebiasaan yang lebih peduli lingkungan, sampai bagaimana perusahaan dapat terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan lingkungannya,” jelasnya.
Head of HRBP Manufacturing PT Japfa Food Indonesia Agung Wahyu Wibowo menyambut baik dukungan dan supervisi pemerintah daerah.
Menurutnya, kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang menjadi salah satu modal penting bagi perusahaan dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan lingkungan.(rhl)






