News  

Menkes Luruskan Mitos Kusta, Bukan Kutukan dan Bisa Disembuhkan

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam talkshow “Ending Leprosy Without Stigma” yang digelar di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kamis (15/1).Photo : istimewa

Jakarta | Barayanews.com.- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kusta bukan penyakit kutukan, melainkan penyakit infeksi akibat bakteri yang dapat disembuhkan dan memiliki tingkat penularan rendah. Stigma di masyarakat disebut masih menjadi tantangan utama dalam penanganannya.

Penegasan itu disampaikan Menkes Budi dalam talkshow “Ending Leprosy Without Stigma” di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kamis (15/1). Acara tersebut juga menghadirkan WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination Yohei Sasakawa serta penyintas kusta, Samsul.

“Kusta bukan kutukan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, penularannya sangat sulit dan membutuhkan waktu lama. Yang terpenting, kusta sudah ada obatnya dan bisa sembuh,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Menkes, stigma membuat banyak penderita takut dan malu melapor, sehingga pengobatan kerap terlambat dilakukan. Kondisi ini dinilai menghambat upaya eliminasi kusta.

Ia menekankan pentingnya penyebaran informasi yang benar, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat untuk memutus stigma sekaligus mempercepat pengendalian kusta di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination Yohei Sasakawa menyampaikan optimismenya terhadap komitmen Indonesia.

“Dengan komitmen yang sangat kuat ini, saya yakin Indonesia akan mampu mengeliminasi kusta,” ujar Sasakawa.

Menkes Budi juga menyebut peningkatan jumlah kasus kusta yang terdeteksi setelah berbagai program berjalan justru menjadi indikator positif. Hal tersebut menunjukkan semakin banyak penderita yang berani melapor dan memperoleh pengobatan.

Sementara itu, Samsul, penyintas kusta sejak 1999, membagikan pengalamannya menghadapi diskriminasi akibat minimnya pemahaman masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa stigma sempat membuat lingkungan sekitarnya menjauh. Namun setelah diberikan penjelasan bahwa kusta tidak mudah menular dan bisa disembuhkan, sikap masyarakat perlahan berubah.

“Awalnya teman-teman menjauhi saya karena mereka tidak tahu. Tapi setelah saya jelaskan dan mereka melihat saya baik-baik saja, lama-kelamaan mereka bisa menerima dan berteman kembali, bahkan sampai saya kuliah,” ujar Samsul.

Samsul menilai penyampaian informasi yang sederhana, khususnya kepada guru dan masyarakat umum, sangat penting untuk menghapus anggapan bahwa kusta adalah penyakit menakutkan dan tidak dapat disembuhkan.(jay-red)

banner 120x600