News  

Indonesia Tertinggal di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia

Aplikasi Tokocrypto.Photo : istimewa

Ekonomi | Barayanews.com.- Nilai transaksi aset kripto Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun, namun pangsa pasar domestik terhadap perdagangan global justru menurun signifikan, menurut data periode 2021–2025.

Pangsa pasar Indonesia terhadap total volume transaksi dunia turun dari 0,04570% pada 2021 menjadi 0,01965% pada 2025, saat volume perdagangan kripto global meningkat. Penurunan ini menunjukkan Indonesia tertinggal dalam memanfaatkan momentum pemulihan pasar.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana.photo : istimewa

Tekanan mulai terasa sejak 2022 setelah diberlakukannya PMK 68/2022 yang mengenakan pajak transaksi sekitar 0,20–0,21% per transaksi, tanpa memperhitungkan untung atau rugi. Pada 2024, biaya tambahan muncul dari operasional bursa resmi Bappebti, kliring, dan settlement, sehingga total biaya transaksi kini mencapai 0,25%, dinilai tinggi untuk standar global.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyoroti risiko kehilangan likuiditas:“Angka transaksi besar secara nominal tidak selalu mencerminkan daya saing. Likuiditas sensitif terhadap biaya. Jika biaya di dalam negeri tinggi, aktivitas perdagangan akan mencari pasar yang lebih efisien.”

Calvin menambahkan, meski jumlah pengguna terus naik hingga 19,56 juta pada November 2025, Indonesia berpotensi hanya menjadi pasar pengguna, bukan pusat perdagangan. Negara lain mengambil pendekatan berbeda: Thailand menghapus pajak capital gain kripto hingga 2029 dan membebaskan PPN untuk transaksi di bursa berlisensi, sementara Uni Emirat Arab tidak mengenakan pajak sama sekali, berhasil menjadi hub kripto global.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan transaksi 2025 lebih rendah dibandingkan 2024 (Rp650,61 triliun) dan jauh dari puncak 2021. Calvin menekankan perlunya evaluasi struktur biaya dan kebijakan fiskal agar pertumbuhan jumlah pengguna sejalan dengan aktivitas perdagangan aktif.“Regulasi penting untuk perlindungan konsumen, tetapi daya saing juga harus dijaga. Jika Indonesia ingin menjadi pemain penting di industri kripto global, kebijakan yang mendukung efisiensi pasar tidak bisa ditunda,” tutup Calvin. (red)

banner 120x600